Selasa, 06 Desember 2011


                                Jambu biji Merah                           

Buah yang satu ini seolah naik tahta. Setelah dulu sempat dituding sebagai pemicu serangan usus buntu, kini jambu biji banyak diminati. Kandungan vitamin C-nya yang tinggi membuat buah yang satu ini banyak dikonsumsi hobiis dalam bentuk jus. Ragam jenisnya pun kian banyak, mulai dari jambu biji berdaging merah (misalnya sukun merah, getas merah) hingga jambu biji yang nyaris tanpa biji (misalnya jambu Kristal). Alasan lain buah ini diminati adalah karena mamu berbuah sepanjang tahun.
Teknik mudah budi daya
Agar produksinya optimal, jambu biji sebaiknya ditanam di tempat yang terbuka pada ketinggian 0-1.200 m dpl. Suhu optimal adalah 20º C pada malam hari dan 30º C pada siang hari. Intensitas curah hujan berkisar 1.000-2.000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. Kelembaban udara yang diinginkan cenderung rendah karena kebanyakan jambu biji tumbuh di dataran rendah dan sedang. Tanaman jambu biji sebenarnya dapat tumbuh pada semua jenis tanah. Namun, untuk mendapatkan hasil yang optimal, tanaman ini akan lebih baik jika ditanam di tanah dengan pH antara 6-6,5.
a) Memilih bibit

Bibit jambu biji yang baik berasal dari hasil okulasi (penempelan) yang telah berumur minimal 4 bulan. Sebiaknya, panjang satu cabang tunas telah mencapai 30 cm dan memiliki 6 pasang daun. Yang paling penting, bibit terbebas dari hama dan penyakit utama.
b) Cara mudah menanam tabulampot
Maraknya tabulampot membuat jambu biji juga kerap ditanam di pekarangan dalam wadah pot. Untuk menghasilkan tabulampot jambu biji sarat buah, tahap penanaman sebaiknya dilakukan dengan benar, sebagai berikut.
  1. Pilih pot yang berukuran besar (diameter sekitar 1 m) yang terbuat dari plastik, semen atau drum bekas karena tinggi maksimal tanaman jambu biji bisa mencapai 10 m.
  2. Masukkan media tanam yang porous dan gembur ke dalam pot, bisa berupa campuran tanah merah dan pupuk kandang ayam (50%:50%).
  3. Pindahkan bibit dengan mencungkil atau membuka plastik yang melekat pada media penanaman secara hati-hati agar akar tidak rusak ke dalam pot yang sudah berisi media tanam. Agar akar tumbuh lebih banyak, potong akar tunggangnya sedikit. Untuk menjaga terjadinya penguapan yang berlebihan, potong lebar daun separuh.
  4. Padatkan media tanam di sekitar bibit, lalu siram tanaman hingga air mulai merembes dari dasar pot.
c)      Pelihara agar sarat buah
dok: http://www.kaskus.us

Untuk mendapatkan tabulampot jambu biji sarat buah, tanaman perlu dipelihara dengan baik. Penyiraman perlu dilakukan secara rutin, terutama saat musim kemarau. Pemangkasan yang tepat juga akan memicu tanaman untuk rajin berbuah. Pemangkasan dilakukan pada cabang yang berada dekat dengan batang utama yang akan berbuah. Hal ini penting untuk mengoptimalkan pembuahan. Selain itu, kunci penting lain untuk memacu produksi buah kian banyak adalah dengan pemupukan. Cara pemupukan pada jambu biji sebagai berikut.
  1. Pada umur 0-1 tahun. Tanaman dipupuk dengan campuran 15 kg pupuk kandang per 6 bulan, 2 cc/Liter per bulan PPC, dan 100-150 g NPK per 4 bulan, dengan cara ditaburkan di sekeliling pohon atau dengan jalan menggali di sekeliling pohon sedalam 30 cm dan lebar 40-50 cm.
  2. Pada umur 1-2 tahun, setelah tanaman berbuah. Pemupukan dilakukan dengan 200-300 g NPK per 4 bulan dan 2 cc/liter PPC per 2 minggu dan 20 kg pupuk kandang per 6 bulan.
  3. Pada umur 2-5 tahun, tanaman jambu biji diberi 20 kg pupuk kandang per 6 bulan, 22 cc/liter per 2 minggu untuk PPC, serta NPK 350-500 g per 6 bulan.
  4. Pada umur  > 5 tahun. Jika pertumbuhan kurang sempurna, terutama terlihat pada pertumbuhan tunas hasil pemangkasan ranting, tanaman memerlukan pupuk kandang sebanyak 25 kg per 6 bulan per tanaman. Selain itu, tanaman juga perlu dipupuk dengan PPC sebanyak 2 cc/ Liter per 2 minggu dan NPK 500 g per 6 bulan.
Kendalikan hama dan penyakit agar tanaman tetap produktif
Berikut beberapa jenis hama dan penyakit yang kerap menyambangi jambu biji.
Hama
a. Ulat daun (trabala pallida) dan Ulat keket (Ploneta diducta)
Pengendalian: penyemprotan dengan menggunakan nogos. Buah baru boleh dipetik minimal 2 minggu setelah penyemprotan, untuk mengurangi efek samping insektisida tersebut.
b. Semut dan Kutu daun (Ceroputo)
Gejala : Jika serangan kutu daun berlangsung lama akan menimbulkan jamu hitam diatas embun tersebut atau biasa disevut embun jelaga pada permukaan daun.
Pengendalian: dengan penyemprotan insektisida, seperti sevin dan furadan.
c. Kalong dan Bajing
Keberadaan serangga ini dipengaruhi faktor lingkungan baik lingkungan biotik maupun abiotik. Yang termasuk faktor biotik seperti persediaan makanan.
Pengendalian: dengan menggunakan musuh secara alami.
d. Ulat putih
Gejala: buah menjadi berwarna putih hitam,
Pengendalian:  penyemprotan dengan insektisida yang sesuai sebanyak  2 kali seminggu. Penyemprotan dihentikan saat satu bulan sebelum panen.
e. Ulat penggerek batang (Indrabela sp)
Gejala: membuat lobang pada batang kayu sepanjang 30 cm;
Pengendalian: penyemprotan dengan insektisida yang sesuai sebanyak  2 kali seminggu.
f. Ulat jengkal (Berta chrysolineate)
Gejala: pinggiran daun menjadi kering, keriting berwarna cokelat kuning.
Pengendalian: penyemprotan dengan insektisida yang sesuai sebanyak  2 kali seminggu.
Penyakit
a. Penyakit karena ganggang (Cihephaleusos Vieccons)
Gejala: adanya bercak-bercak kecil dibagian atas daun disertai serat-serat halus berwarna jingga yang merupakan kumpulan sporanya.
Pengendalian: penyemprotan fungisida seperti Dlsene 200 MX.
b. Jamur Ceroospora psidil , Jamur karat poccinia psidil, Jamur allola psidil
Gejala: bercak pada daun berwarna hitam.
Pengendalian: penyemprotan fungisida seperti Dlsene 200 MX.
c. Penyakit karena cendawan (jamur) Rigidoporus Lignosus
Gejala: rizom berwarna putih yang menempel pada akar, apabila akar yang terserang dikupas akan nampak warna kecoklatan.
Pengendalian: penyemprotan fungisida seperti Dlsene 200 MX.
d. Penyakit karena lalat buah
Gejala : Daging buah busuk
Pengendalian :
- Menggunakan perangkap petrogenol
- Pembungkusan buah
e. Penyakit antraknosa
Gejala : Menyerang tunas muda, daun dan buah, buah menjadi keras dan bergabus. Tepi daun dan ujung daun hitam. Pada tingkat serangan berat dapat menyebabkan gugurnya daun. Pada umumnya menyerang buah yang mulai matang dengan gejala timbul bercak-berak.
Pengendalian :
- Sanitasi lingkungan tempat tumbuh & sanitasi tanaman
- Mengurangi kelembaban dengan cara pemangkasan
- Penyemprotan fungisida
f. Penyakit kanker / kudis
Gejala : Bercak kecil, kemudian berkembang dan membesar berwarna cokelat tua dan tampak seperti kanker
Pengendalian : Brongsong buah dan buang bagian tanaman yang sakit lalu bakar
g. Penyakit bercak daun
Gejala : Daun yang terserang tampak bercak-bercak bulat atau kurang teratur bentuknya, berwarna merah dan bagian tengah bercak terkadang putih.
Pengendalian : memotong da memusnahkan bagian yang sakit, dapat disemprot dengan fungisida sesuai dosis anjuran.

Rabu, 09 November 2011

Srikaya Jumbo


     Srikaya jumbo atau anona Squamosa,membuahkan tabulampot sangat mengasikkan. Bagi anda yang ingin mencobanya, srikaya jumbo bisa menjadi pilihan. Buah srikaya (anona squamosa) yang sering kita kenal adalah srikaya lokal yang ukurannya hanya sekepalan orang dewasa dengan daging buah yang tipis dan biji yang banyak. Dan biasanya kita banyak menjumpainya di halaman2 rumah sebagai penghias halaman rumah. Tapi anda bisa lupakan itu semua karena saat ini ada varietas baru yang berasal dari Australia, dan kita biasa menyebutnya srikaya jumbo karena memang berukuran jumbo dimana ukuran perbuahnya bisa mencapai 1 kg.
                 Srikaya adalah tanaman  yang tergolong ke dalam genus Annona yang berasal dari daerah tropis.
 Buah srikaya berbentuk bulat dengan kulit bermata banyak (serupa sirsak). Daging buahnya berwarna putih.
Termasuk semak semi-hijau abadi atau pohon yang meranggas mencapai 8 m tingginya. Daunnya berselang, sederhana, lembing membujur, 7-12 cm panjangnya, dan berlebar 3-4 cm. Bunganya muncul dalam tandan sebanyak 3-4, tiap bunga berlebar 2-3 cm, dengan enam daun bunga/kelopak, kuning-hijau berbintik ungu di dasarnya.Buahnya biasanya bundar atau mirip kerucut cemara, berdiameter 6-10 cm, dengan kulit berbenjol dan bersisik. Daging buahnya putih, menyerupai dan memiliki rasa seperti podeng.
               Memang banyak yang mengatakan kalau produk lokal kurang memuaskan , tapi itu semua tidak akan menjadi masalah.dulu sebelum muncul tabulampot , banyak petani atau penghobi buah atau tanaman yang banyak dari mereka tidak puas dengan hasil kerja mereka.
hal ini disebabkan oleh , kurang efisiennya tanaman tersebut,tanaman tersebut besar dan banyak membutuhkan lahan dan perawatan ekstra untuk mencegah hama yang sering menyerang buah-buahan,dan ketika musim panen tiba, mereka pun mengeluh dengan hasil panen.nya,hasil tidak sebanding dengan tenaga dan biaya yang sudah dikeluarkan.Sekarang sejak ada tabulampot , hal ini pun tidak menjadi masalah untuk petani atau penghobi tanaman atau buah.karena tabulampot , tidak membutuhkan lahan yang luas.karena penanamannya hanya didalam pot , tapi tabulampot juga mempunyai beberapa kelemahan.
yaitu :
1.buah tidak sebanyak seperti yang ditanam di kebun
2.daun yang sering rontok.dll
     
Disamping itu , tabulampot juga mempunyai keunggulan :
1.lebih efisien (tidak membutuhkan lahan yang luas)
2.perawatan nya mudah
3.tidak membutuhkan biaya yang mahal
4.cocok untuk masyarakat perkotaan

Semoga bermanfaat.

Kamis, 20 Oktober 2011

Fungsi pupuk organik untuk kesuburan tanah


             Bahan organik sangat berpengaruh dan menentukan sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologi tanah, yang pada akhirnya akan menentukan tingkat kesuburan tanah (soil fertility), kesehatan tanah (soil health) dan produktivitas tanah. Oleh karena itu para ahli menyebut bahan organik sebagai nayawanya tanah (soil organic matter is the soul of the soil. Tanah meineral dengan kandungan bahan organik yang tinggi dapat dipastikan mempunyai sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologi tanah yang lebih baik. Kondisi tanah yang demikian optimal untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang baik dan produksi yang tinggi. sebaliknya bila kandungan bahan organik tanah sedikit, maka sifat fisik, kimia dan biologi tanah juga kurang baik sehingga produktivitas rendah.

Fungsi pupuk organik dalam memperbaiki sifat fisik tanah

Fungsi ini antara lain dapat dilihat dalam perbaikan struktur tanah, melalui pembentukan agreat yang lebih stabil, aerasi dan drainase tanah yang baik. Infiltrasi air hujan ke dalam tanah dapat berlangsung sengan baik, sehingga run-off berkurang yang pada gilirannya juga akan mengurangi erosi. Bahanorganik tanah juga meningkatkan kemampuan tanah menahan air (water holding capacity), sehingga jumlah air yang tersedia bagi tanaman juga meningkat. Dengan demikian tanaman yang ditanam pada tanah yang cukup bahan organiknya akan memperoleh air cukup.

Fungsi bahan organik dalam memperbaiki sifat kimia tanah.

Bahan organik merupakan sumber unsur hara bagi pertumbuhan tanaman, bukan saja unsur hara esensial makro dan mikro tetapi pada jiga unsur hara lain yang diperlukan oleh tanaman untuk dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik seperti unsur si. Bahan organik juga meningkatkan ketersediaan unsur hara, meningkatkan efesiensi pengambilan unsur hara, meningkatkan kapasitas tukar kation (Cation exchange Capacity).

Fungsi bahan organik dalam memperbaiki sifat biolobi tanah

Peran bahan organik dalam memperbaiki sifat biologi tanah dapat dilihat dalam proses meningkatkan populasi dan keragaman mikroba tanah dan makrobiota tanah. Bahan organik sangat berperan dalam meningkatkan keragaman mikroba tanah yang berguna dan juga meingkatkan keragaman mikroba tanah yang bersifat heterotrof. Mikroba yang termasuk kelompok ini hanya akan berkembang bila bahan organik yang menjadi sumber karbon dan sumber energi bagi kehidupannya tersedia dalam jumlah yang cukup banyak didalam tanah.

Bahan organik juga sangat penting artinya dalam melindungi miikroba dari kondisi lingkungan yang ekstrim dan menciptakan lingkungan yang sesuai bagi perkembangan mikroba tanah, ketersediaan energi, air udara, unsur hara yang cukup bagi perkembangan mikroba tanah hanya akan diperoleh bila tanah banyak mengandung bahan organik juga bermanfaat untuk menguranggi unsur atau senyawa toksik bagi tanaman maupun bagi organisme tanah. Dengan demikian bahan organik juga sangat menentukan kesehatan tanah dan meningkatkan environmental services dari tanah (Sumber: Tabloid Sahabat petani).