Kamis, 20 Oktober 2011

Fungsi pupuk organik untuk kesuburan tanah


             Bahan organik sangat berpengaruh dan menentukan sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologi tanah, yang pada akhirnya akan menentukan tingkat kesuburan tanah (soil fertility), kesehatan tanah (soil health) dan produktivitas tanah. Oleh karena itu para ahli menyebut bahan organik sebagai nayawanya tanah (soil organic matter is the soul of the soil. Tanah meineral dengan kandungan bahan organik yang tinggi dapat dipastikan mempunyai sifat fisik, sifat kimia dan sifat biologi tanah yang lebih baik. Kondisi tanah yang demikian optimal untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang baik dan produksi yang tinggi. sebaliknya bila kandungan bahan organik tanah sedikit, maka sifat fisik, kimia dan biologi tanah juga kurang baik sehingga produktivitas rendah.

Fungsi pupuk organik dalam memperbaiki sifat fisik tanah

Fungsi ini antara lain dapat dilihat dalam perbaikan struktur tanah, melalui pembentukan agreat yang lebih stabil, aerasi dan drainase tanah yang baik. Infiltrasi air hujan ke dalam tanah dapat berlangsung sengan baik, sehingga run-off berkurang yang pada gilirannya juga akan mengurangi erosi. Bahanorganik tanah juga meningkatkan kemampuan tanah menahan air (water holding capacity), sehingga jumlah air yang tersedia bagi tanaman juga meningkat. Dengan demikian tanaman yang ditanam pada tanah yang cukup bahan organiknya akan memperoleh air cukup.

Fungsi bahan organik dalam memperbaiki sifat kimia tanah.

Bahan organik merupakan sumber unsur hara bagi pertumbuhan tanaman, bukan saja unsur hara esensial makro dan mikro tetapi pada jiga unsur hara lain yang diperlukan oleh tanaman untuk dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik seperti unsur si. Bahan organik juga meningkatkan ketersediaan unsur hara, meningkatkan efesiensi pengambilan unsur hara, meningkatkan kapasitas tukar kation (Cation exchange Capacity).

Fungsi bahan organik dalam memperbaiki sifat biolobi tanah

Peran bahan organik dalam memperbaiki sifat biologi tanah dapat dilihat dalam proses meningkatkan populasi dan keragaman mikroba tanah dan makrobiota tanah. Bahan organik sangat berperan dalam meningkatkan keragaman mikroba tanah yang berguna dan juga meingkatkan keragaman mikroba tanah yang bersifat heterotrof. Mikroba yang termasuk kelompok ini hanya akan berkembang bila bahan organik yang menjadi sumber karbon dan sumber energi bagi kehidupannya tersedia dalam jumlah yang cukup banyak didalam tanah.

Bahan organik juga sangat penting artinya dalam melindungi miikroba dari kondisi lingkungan yang ekstrim dan menciptakan lingkungan yang sesuai bagi perkembangan mikroba tanah, ketersediaan energi, air udara, unsur hara yang cukup bagi perkembangan mikroba tanah hanya akan diperoleh bila tanah banyak mengandung bahan organik juga bermanfaat untuk menguranggi unsur atau senyawa toksik bagi tanaman maupun bagi organisme tanah. Dengan demikian bahan organik juga sangat menentukan kesehatan tanah dan meningkatkan environmental services dari tanah (Sumber: Tabloid Sahabat petani).

Rabu, 28 September 2011

Tanaman buah dalam pot ,solusi bertanam di lahan sempit.

   Pada tabulampot air dan pupuk dapat diserap sampai 80 persen. Sedangkan pada tanaman biasa air dan pupuk menyebar ke sekitarnya. Tinggal di perkotaan tapi ingin memuaskan hobi sekaligus memiliki kebun buah-buahan? Bisa. Ada tabulampot (tanaman buah-buahan dalam pot). Tak perlu lahan yang lapang, cukup di tempat terbatas, dan dapat diatur sesuai keinginan. Dalam kaleng bekas cat, drum, atau wadah-wadah lainya. Mediumnya pun bermacam. Tanah adalah medium yang biasa. Atau, Anda dapat memanfaatkan sekam.

”Sekarang model seperti ini lagi tren,” kata Marsono, konsultan pertanian dan pemasaran dari PT Niaga Swadaya pada pameran tanaman yang diselenggarakan Trubus di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, pekan silam.

Sebenarnya menanam tanaman buah dalam pot sudah lama dilakukan orang. Setelah besar biasanya tanaman dipindahkan ke lahan. Namun, tabulampot baru menjadi tren karena kini dianggap indah, dan bila dibisniskan hasilnya memuaskan.

Tabulampot bisa menjadi solusi bagi yang ingin berkebun di lahan sempit. Dengan memanfaatkan lahan yang tidak luas, beberapa jenis tanaman bisa ditempatkan dalam lokasi yang berdekatan. Selain itu, hampir semua jenis tanaman buah-buahan bisa ditanam dalam tabulampot. Seperti sawo, mangga, rambutan, jeruk, belimbing, kedondong, jambu air, nangka, salak,durian dan lainnya bisa dijadikan tabulampot.

Dari semua jenis tabulampot, yang paling mudah ditanam adalah mangga dan jambu air. Sedangkan tanaman lainnya perlu ketekunan karena memiliki karakter yang berbeda. Selain itu, pada tabulampot proses berbuahnya lebih cepat dibanding tanaman biasa. Mangga tabulampot, misalnya, bisa berbuah dalam waktu sekitar tiga tahun. Mangga biasa perlu waktu hingga lima tahun.

Itu karena tabulampot ditanam di tempat yang terbatas sehingga pasokan air maupun pupuk bisa diatur sesuai keinginan dan tidak tersebar ke mana-mana. Berbeda dari tanaman biasa yang ditanam di atas lahan, pasokan air dan pupuk bisa menyebar ke tempat sekitarnya sehingga kebutuhan tanaman pada dua hal itu berkurang. ”Pada tabulampot penyerapan air dan pupuk sampai 80 persen,”.

Bila sudah tumbuh besar, tabulampot bisa dipindah ke tempat lain yang lebih besar. Rasa buahnya juga tidak berbeda dari tanaman biasa. Merawatnya juga tidak jauh berbeda dari tanaman biasa yang memerlukan air, pupuk, penggemburan, penyemprotan hama, dan sanitasi lingkungan.

Terbatas

Memiliki tabulampot bukan tanpa kelemahan. Karena peredaran akarnya dibatasi, otomatis kemampuan berbuahnya juga terbatas. Sebatang mangga tabulampot maksimal bisa menghasilkan buah antara lima sampai delapan untuk sekali musim panen. Berbeda dari pohon biasa yang jumlahnya bisa banyak. Kalau dipaksakan tanaman bisa tidak berbuah di musim berikutnya, atau mati. ”Karena itu, sebaiknya tabulampotnya banyak sehingga jumlahnya sama dengan sebuah pohon biasa.”

Usia sebuah tabulampot mangga maksimal sekitar 10 tahun. Pohon mangga biasa bisa puluhan tahun. Bagi yang hobi, kendala itu tidak menjadi masalah. Banyak orang yang bisa meraih sukses dengan hobi ini.

Bila tanaman terus berkembang, drum yang digunakan sebagai tempat menyimpan tabulampot jebol karena berkarat. Agar akar tidak tembus ke tanah, mengganjal alas drum dengan batu bata secukupnya guna mencegah akar pohon masuk ke dalam tanah.

Tabulampot Mangga Paling Diminati

Dari tabulampot buah-buahan, tanaman mangga yang paling diburu pecinta tabulampot. Marsono, konsultan pertanian dan pemasaran PT Niaga Swadaya, mengungkapkan, tabulampot mangga yang belum berbuah biasanya dijual sekitar Rp 200 ribu per pohon. Namun, yang sudah berbuah bisa mencapai Rp 400 ribu lebih per pohon. ”Soalnya sudah terbukti berbuah dan terlihat cukup menarik,” katanya beralasan.

Ucapan Marsono itu dibuktikan oleh Wahidin Yunus, salah seorang pengembang tabulampot yang sukses. Tanaman mangganya yang ia buat tabulampot dengan modal sekitar Rp 100 ribu ia bisa menjual kembali seharga Rp 1,5 juta.

Mangga tabulampot miliknya bisa menghasilkan buah hingga 40 buah sekali musim panen. Ia mengakui, tanaman mangga paling mudah dijadikan tabulampot karena itu tanaman ini menjadi favorit para penggemar tabulampot, baik pemula maupun yang sudah lama.

Harga bibitnya relatif tidak terlalu mahal, yakni sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu dengan tinggi sekitar satu meter tiap pohon. ”Biasanya sekitar enam bulan sudah bisa panen,” ungkap Marsono.

Tentang bibitnya, Wahidin Yunus, salah seorang pengembang tabulampot yang sukses, mengaku memburunya hingga sampai ke Majalengka, Jawa Barat. Kawasan itu memiliki bibit tanaman, terutama untuk tabulampot, yang baik.

solusi bertanam di perkotaan

                                                  
                 
           Untuk menyalurkan hobi di bidang pertanian tidak perlu memiliki lahan yang cukup luas. Kini ada cara bertanam di lahan sempit, tabulampot namanya.
              Bagi mereka yang punya hobi bertani tapi tidak memiliki lahan yang cukup luas, jangan bingung. Kini, media pot bukan hanya cocok untuk tanaman hias, tapi juga bisa untuk budidaya tanaman buah-buahan, seperti jambu batu, jambu air, atau rambutan. Tanaman buah dalam pot alias tabulampot, begitu istilahnya. “Ini menjadi salah satu solusi bagi pecinta dunia pertanian di perkotaan,” kata Ajie Jimmy Chandra dari Kebun Matari ketika mengikuti Flora Expo 2008 di Lapangan Banten g,Jakarta Pusat, belum lama ini.
Ajie Jimmy lalu mengambil contoh hidup di kota Jakarta, jarang sekali perumahan memiliki lahan yang luas untuk menyalurkan hobi bertani para penghuninya. Apalagi mereka yang bertempat tinggal di apartemen, sama sekali tak memiliki lahan. Nah, media pot, kata pemiliki kebun Matari ini, merupakan salah jalan keluarnya. Sebab, telah terbukti bahwa di dalam pot pun tanaman buah bisa menghasilkan buah.
Tapi, Eddy Soetrisno dari Tebuwulung Nursery segera mengingatkan, jangan terpeleset dengan pengertian tabulampot itu. Banyak orang mengartikan tabulampot sebagai tanaman buah yang ditanam di dalam pot. Pengertian yang betul, menurut Eddy, tanaman buah di dalam pot yang dapat berbuah. “Kalau misalnya tanaman durian di dalam pot tidak bisa berbuah maka nggak bisa dikatakan tabulampot. Tanaman itu hanya berfungsi sebagai tanaman pelindung atau penghijauan,” jelas Eddy.
Bertanam buah-buahan di dalam pot awalnya hanya kegiatan iseng. Ceritanya, pada awal 1980-an ada beberapa penangkar melakukan pembibitan buah-buahan dengan media pot. Bibit yang dipakai adalah bibit yang sudah tidak laku dijual. “Maklumlah di era itu, penjualan tanaman belum semeriah sekarang ini,” ungkap Eddy.
Ternyata hasilnya diluar dugaan. Tanaman buah-buahan di dalam pot itu ternyata bisa menghasilkan buah atau berbuah. Dan, sejak itulah tabulampot menjadi tren. “Dibanding tanaman hias, tabulampot kini menjadi tren yang tak akan pernah surut dan terus stabil sepanjang tahun,” kata Eddy. Karena tabulampot memiliki fungsi ganda, yaitu selain memenuhi unsur estetika – buanya bermunculan dengan warna yang semarak dan bentuknya yang indah – juga sebagai tanaman konsumsi, buahnya bisa dimakan.

   Cara budidaya TABULAMPOT..!!!
                 Menurut Eddy, untuk membudidayakan tabulampot tidaklah terlalu sulit. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah syarat tumbuhnya. Tanaman ini tidak bisa makan dan minum kalau tidak di kasih. Karena itu media tanamnya harus subur dan poros -- artinya kalau tanaman ini disiram maka airnya cepat keluar. Soalnya, kalau air terlalu lama mengendap di dalam pot, maka bisa mengakibatkan akar tanaman membusuk dan mati.
                 Kemudian, perlu dilakukan perawatan khusus, terutama untuk tanaman buah yang pertumbuhan akarnya cepat. Setahun sekali tabulampot perlu dibongkar dan akarnya dicukur atau memotong akar yang sudah tua. Tapi, pemotongan (pencukuran) akar tidak perlu dilakukan pada pohon yang pertumbuhan akarnya lambat, seperti nangka. Dan, tak kalah pentingnya dalam pemeliharaan tabulampot adalah pemberian pupuk.
                 Pada umumnya, semua jenis tanaman tabulampot pertumbuhan akarnya memang cepat, kecuali nangka. Kalau akar dibiarkan tumbuh tanpa dicukur, maka akarnya akan menjadi padat, dan itu akan menyebabkan pertumbuhan pohon akan lambat atau bisa berakibat fatal, mati. “Soalnya, yang mencari makan adalah akar muda, bukan akar yang sudah tua,” ujar alumnus Desain Interior Institut Seni Indonesia Jogjakarta ini.
               Gampang atau tidaknya dalam membudidayakan tabulampot diukur dari lamanya pemeliharaan dan cepat tidak tanaman itu berbuah. Makin lamanya tanaman itu berbuah, maka tingkat pemeliharaannya semakin sulit. Contohnya tanaman yang mudah pembudidayaannya antara lain jambu air, jambu biji, belimbing, dan beberapa jenis mangga. Tanaman ini biasa berbuah dalam jangka waktu satu tahun.
Sedangkan yang termasuk tanaman yang sulit dibudidayakan, seperti nangka dan jenis mangga gedong gincu yang waktu pemeliharaannya hingga berbuah mencapai 4 tahuan. Untuk tanaman jenis ini memerlukan perawatan yang ekstra hati-hati, sebab kalau salah dalam pemeliharaannya bisa tidak menghasilkan buah, alias gagal.
            Tapi, Eddy sekarang memfokuskan diri pada tanaman buah koleksi atau eksotik fruit, seperti tanaman gandaria manis atau mayong chip, buah naga kuning, kelengkeng itoh, cempedak king dari Malaysia, zaboticaba, dan miracle fruit. Kenapa memilih buah-buahan koleksi? “Saya pengen sesuatu yang beda,” ucap eddy. yang jelas alasan Eddy paling masuk akal, karena tanaman buah kolektor memiliki nilai jual yang tinggi ketimbang tanaman buah biasa. Kalau tabulampot biasa paling harga bibitnya berkisar Rp50 ribu hingga 200 ribuan per pohon, sedangkan untuk jenis eksotis fruit harga (bibit) bisa mencapai jutaan rupiah per pohon.